A Review of Teaching Factory Implementation Strategies within Culinary Vocational Education

Penulis

fitria retno indarsih ( a:1:{s:2:"en";s:36:"universitas Muhammadiyah muara Bungo";} )

Nurzahra Fathiyanabila Wicaksono

Vanessa Remania

DOI:

https://doi.org/10.52060/jpvs.v4i2.3984

Abstrak

Teaching Factory (TeFa) merupakan model pembelajaran berbasis industri yang dirancang untuk menyelaraskan dunia pendidikan vokasi dengan dinamika kebutuhan lapangan kerja. Pada pendidikan vokasional seni kuliner, TeFa sangat krusial untuk mengasah kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar autentik yang mereplikasi lingkungan kerja profesional. Penelitian ini mengkaji konsep, pola implementasi, manfaat, serta berbagai kendala dalam penerapan TeFa di bidang seni kuliner melalui pendekatan studi pustaka. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dari berbagai buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa TeFa efektif meningkatkan kesiapan kerja dan keterampilan teknis maupun non-teknis mahasiswa. Meski demikian, keterbatasan sarana prasarana, kurikulum yang belum sinkron, serta rendahnya keterlibatan industri masih menjadi hambatan utama dalam pelaksanaannya. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual dalam optimalisasi pembelajaran berbasis produksi di jenjang vokasi kuliner.

 

Referensi

Billet, S. (2011). Vocational education: Purposes, traditions and prospects. Springer.

Chryssolouris, G., Mavrikios, D., & Rentzos, L. (2016). The teaching factory: A manufacturing education paradigm. Procedia CIRP, 57, 44–48. https://doi.org/10.1016/j.procir.2016.11.009

Gessler, M. (2017). The lack of collaboration between companies and schools in the German dual apprenticeship system. Journal of Vocational Education & Training, 69(4), 547–564. https://doi.org/10.1080/13636820.2017.1394356

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Sage Publications.

Mourtzis, D., Vlachou, E., & Dimitrakopoulos, G. (2018). Cyber-physical systems and education 4.0 – The teaching factory approach. Procedia Manufacturing, 23, 129–134. https://doi.org/10.1016/j.promfg.2018.04.005

OECD. (2010). Learning for jobs. OECD Publishing.

Rentzos, L., Doukas, M., Mavrikios, D., Mourtzis, D., & Chryssolouris, G. (2014). Integrating manufacturing education with industry: The teaching factory paradigm. Procedia CIRP, 17, 189–194. https://doi.org/10.1016/j.procir.2014.01.126

Sudira, P. (2016). TVET abad XXI: Filosofi, teori, konsep, dan strategi pembelajaran vokasional. UNY Press.

Widiyanti, L., & Wibawa, B. (2021). Implementasi teaching factory dalam meningkatkan kompetensi peserta didik. Jurnal Pendidikan Vokasi, 11(2), 120–130.

Winangun, I. M. A. (2017). Teaching factory sebagai model pembelajaran berbasis industri. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 23(3), 250–260.


Keywords  :  
Kata Kunci: Teaching Factory, Pendidikan Vokasional, Seni Kuliner, Pembelajaran berbasis Industri, kajian literatur
Galleys  :  
Diterbitkan  :  
2026-03-29
Terbitan  :  

Cara Mengutip

A Review of Teaching Factory Implementation Strategies within Culinary Vocational Education. (2026). Jurnal Pendidikan Vokasi Dan Seni, 4(2), 21-26. https://doi.org/10.52060/jpvs.v4i2.3984