Dari Modernisasi ke Identitas: Transformasi Kebijakan Pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta (1970–2023)

Authors

Dytha Adelia Indryani ( a:1:{s:2:"en";s:26:"Universitas Negeri Jakarta";} )

Abrar Abrar

Nura’eni Marta

DOI:

https://doi.org/10.52060/snkp.v4i1.4481

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki keunikan dalam sejarah kebijakan pendidikannya sebuah daerah yang secara konstitusional diakui istimewa sejak 1945, namun baru mengembangkan kebijakan pendidikan berbasis budaya secara formal setelah era Reformasi. Penelitian ini mengkaji bagaimana orientasi kebijakan pendidikan di DIY bertransformasi dari kerangka modernisasi nasional pada masa Sultan Hamengkubuwono IX menuju penguatan identitas Kejogjaan pada masa Sultan Hamengkubuwono X dalam rentang 1970–2023. Penelitian menggunakan metode historis dengan empat tahapan: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer mencakup regulasi daerah, dokumen kebijakan, dan wawancara dengan aktor kebijakan. Analisis menggunakan kerangka Pierre Bourdieu tentang arena, modal budaya, dan habitus. Pada periode 1970–1998, arena pendidikan DIY didominasi sepenuhnya oleh modal budaya nasional-modern yang didefinisikan negara melalui Kurikulum 1975 dan 1984 — tanpa satu pun regulasi daerah yang membedakan posisi DIY. Modal budaya Kejogjaan tidak memiliki legitimasi struktural dalam arena pendidikan formal, sehingga hanya dapat direproduksi melalui jalur informal di luar sistem. Pada periode 2011–2023, terjadi pergeseran mendasar: modal budaya lokal memperoleh legitimasi institusional melalui arsitektur regulasi berlapis. Peraturan Gubernur diperlukan justru karena UU Sisdiknas tidak secara otomatis memberi ruang bagi muatan kultural spesifik daerah — Pergub menjadi mekanisme konversi modal budaya informal menjadi modal yang dilegitimasi secara institusional. Transformasi ini menghasilkan pola keistimewaan asimetris: kuat dalam legitimasi regulatif dan identitas kultural, namun belum mencapai kemandirian kurikuler yang sesungguhnya. Transformasi kebijakan pendidikan DIY merupakan proses historis yang kompleks dan tidak linear. PKJ 2023 merupakan ekspresi paling konkret keistimewaan DIY dalam hal arsitektur regulasi dan intensi kebijakan, meskipun perubahan habitus kultural di tingkat pelaku pendidikan membutuhkan proses yang melampaui kelengkapan regulasi formal.

References

Apple, M. W. (2004). Ideology and curriculum (3rd ed.). Routledge.

Bauti Dewi. (2013). Peranan Sri Paku Alam VIII pada masa Agresi Militer Belanda II di Yogyakarta tahun 1948–1949 (Skripsi S1). Universitas Negeri Yogyakarta.

Bourdieu, P. (1990). The logic of practice. Stanford University Press.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.

Giban, E., & Tjenreng, M. Z. (2025). Implementasi kebijakan otonomi khusus bidang pendidikan di Kabupaten Nduga Provinsi Papua Pegunungan. Journal of Community Services, 3(2).

Gottschalk, L. (1986). Mengerti sejarah (N. Notosusanto, Trans.). UI Press.

Hamengku Buwono X. (2019). Pendidikan karakter berbasis budaya [Pidato ilmiah penerimaan gelar Doctor Honoris Causa]. Universitas Negeri Yogyakarta.

Hasan, S. H. (2010). Sejarah pendidikan Indonesia. Rosda.

Hidayat, D. (2011). Kebijakan desentralisasi bidang pendidikan. Mimbar Pendidikan UPI.

Istiharoh, & Nurizka, R. (2025). Implementasi PKJ sebagai upaya pelestarian kearifan lokal di SD Negeri Suryodiningratan 3 Yogyakarta. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 11(02), 232–245.

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. (2017). Pawiyatan Abdi Dalem angkatan ke-17 resmi ditutup. https://www.kratonjogja.id/peristiwa/22-pawiyatan-abdi-dalem-angkatan-ke-17-resmi-ditutup/

Kuntowijoyo. (2013). Pengantar ilmu sejarah. Tiara Wacana.

Monfries, J. (2015). A prince in a republic: The life of Sultan Hamengku Buwono IX of Yogyakarta. ISEAS.

Mustaqim, A. (2026, 24 Februari). Pendidikan Khas Kejogjaan resmi diterapkan di seluruh sekolah DIY mulai tahun ajaran 2026/2027. Metro TV News. https://www.metrotvnews.com/read/NOlC9Y28-pendidikan-khas-kejogjaan-resmi-diterapkan-di-seluruh-sekolah-diy-mulai-tahun-ajaran-2026-2027

Nasution, S. (2008). Sejarah pendidikan Indonesia. Bumi Aksara.

Niswatun, Sularso, & Chabu. (2024). Implementation of PKJ: Preservation of local wisdom through Javanese karawitan extracurricular activities at elementary schools. Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik, 7(2), 140–152.

Peraturan Daerah DIY Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Budaya.

Peraturan Gubernur DIY Nomor 66 Tahun 2013 tentang Kurikulum Pendidikan Berbasis Budaya.

Prasadityo, dkk. (2024). Penanaman karakter kearifan lokal melalui implementasi PKJ di SD Negeri Jetisharjo. SHES: Conference Series, 7(3).

Purwowinoto, K. R. T. (2026, 22 Mei). Wawancara via Zoom dengan peneliti [Wawancara]. Yogyakarta.

Ricklefs, M. C. (2007). Polarising Javanese society: Islamic and other visions (c. 1830–1930). NUS Press.

Sakir, M., & Mutiarin, D. (2015). Kebijakan anggaran Dana Keistimewaan DIY. Journal of Governance and Public Policy, 2(3).

Soedarisman Poerwokoesomo. (1985). Kadipaten Pakualaman. Gadjah Mada University Press.

Subagya, K. S. (2016). Pendidikan berbasis budaya di DIY: Pendidikan, pembelajaran, dan budi pekerti. Prosiding Seminar Nasional “Model Pembelajaran Inovatif Berbasis Kearifan Lokal.”

Sutrisna Wibawa. (2026, 19 Mei). Wawancara via Google Meet dan komunikasi tertulis dengan peneliti [Wawancara]. Yogyakarta.

Suryono, Y. (2018). Implementasi muatan lokal Kejogjaan dalam pendidikan dasar di DIY. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 23(2).

Suwignyo, A. (2012). Pendidikan dan politik kebudayaan di Yogyakarta. Humaniora UGM, 24(1).

Suwignyo, A. (2026, 28 April). Wawancara langsung dengan peneliti [Wawancara]. Yogyakarta.

Tilaar, H. A. R. (2002). Perubahan sosial dan pendidikan: Pengantar pedagogik transformatif untuk Indonesia. Grasindo.

Tim Penyusun. (2023). Buku Induk Pendidikan Khas Kejogjaan. Dewan Pendidikan DIY.

Tim Penyusun. (2023). Buku Panduan Pendidikan Khas Kejogjaan: Pendidikan Menengah. Dewan Pendidikan DIY.

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.


Keywords  :  
Keywords: kebijakan pendidikan, Daerah Istimewa Yogyakarta, identitas Kejogjaan, modal budaya, metode historis
Galleys  :  
Published  :  
2026-07-29
Issue  :  

How to Cite

Dari Modernisasi ke Identitas: Transformasi Kebijakan Pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta (1970–2023). (2026). PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP), 4(1). https://doi.org/10.52060/snkp.v4i1.4481