TEKNIK SIMULASI PLAY THERAPY DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNARUNGU
Abstrak
Motivasi belajar adalah salah satu elemen krusial yang memengaruhi suksesnya anak dengan kebutuhan khusus (ABK) dalam menjalani kegiatan pembelajaran, khususnya bagi anak tunarungu yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara verbal. Kendala ini sering kali berdampak pada kepercayaan diri, keikutsertaan, interaksi sosial, serta semangat untuk belajar dari anak tersebut. Dengan demikian, penting untuk menerapkan metode pembelajaran yang sesuai, komunikatif, dan menarik agar motivasi belajar anak bisa berkembang dengan maksimal. Salah satu metode yang dianggap berhasil adalah teknik simulasi play therapy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kontribusi teknik simulasi play therapy dalam meningkatkan motivasi pada anak berkebutuhan khusus, khususnya anak tunarungu. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dengan meninjau berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, buku, dan riset sebelumnya yang berkaitan dengan play therapy, motivasi belajar, serta anak berkebutuhan khusus. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis). Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa teknik simulasi play therapy terbukti efektif dalam mengembangkan motivasi belajar, memperkuat rasa percaya diri, meningkatkan partisipasi aktif, keterampilan komunikasi, dan interaksi sosial anak tunarungu. Melalui kegiatan bermain yang terencana, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak, metode ini dapat menciptakan pengalaman belajar yang positif sehingga mendorong keterlibatan aktif anak dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, teknik simulasi play therapy dapat sebagai salah satu strategi dalam layanan bimbingan dan konseling yang efisien untuk meningkatkan motivasi belajar anak berkebutuhan khusus.
Referensi
[1] Harahap, R., & Pohan, S. (2024). Upaya guru dalam meningkatkan minat belajar pada anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa Padangsidimpuan. Jurnal Kewarganegaraan, 3(01), 139-146.
[2] Azra, S., & Selian, S. N. (2025). Peran Guru Terhadap Motivasi Belajar Anak Berkebutuhan Khusus. CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 2(2), 861-873.
[3] Farhan, A. (2025). Strategi Guru dalam Mengoptimalkan Media Visual untuk Pembelajaran Anak Tunarungu di Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan & Teknologi, 1 (2), 83-89.
[4] Suhartini, S., Selpia, S. I., Anjeli, P., Balkisz, B., & Sari, N. T. (2025). Strategi Pembelajaran Visual Dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Pada Siswa Tunarungu Di Slb Karya Bakti Ujung Batu. Jurnal Inovasi Pembelajaran Progresif, 6(2).
[5] Noventy, C. D., Mulia, D., Setiawan, S., & Jamaludin, U. (2024). Implementasi Pembelajaran Menggambar Anak Tunarungu dalam Melatih Kecerdasan Visual Spasial. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 11(2), 397-409.
[6] Herdian, M. A. N., Anatasya, S., Wahyu, W., Nur, S. A., & Hamidah, S. (2024). Eksplorasi Efektivitas Media-Media Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Anak Tunarungu: Kajian Literatur. Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Budaya, 3(2), 102-121.
[7] Julita, S. P., Putri, M. S., Rosyta, F. D., & Lestari, E. P. (2026). Terapi Bermain Sebagai Pendekatan Edukatif dalam Mengembangkan Aspek Sosial dan Emosional Anak Berkebutuhan Khusus. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 2(1), 369-376.
[8] Nasrah, S., Siraj, S., & Dahrum, D. (2022). Pengembangan Model Layanan Pendidikan Creative Art Play Therapy bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal Paedagogy, 9(1), 1-7.
[9] Naufal, A. F., Farisna, Y. S., Fitri, A. A., Triasari, A., Lahati, G. S., Qanitah, T., & Pristianto, A. (2023). Penerapan permainan step box colour terhadap peningkatan konsentrasi dan daya ingat pada anak tunagrahita di SLB Anugerah Colomadu. Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 135-142.
[10] Al Irsyadi, F. Y., Gunawan, D., Rahman, A. A., & Kurniawan, Y. I. (2023). Implementasi Game Edukasi Sebagai Media Pembelajaran Alternatif Untuk Anak Berkebutuhan Khusus Di Slb Rahmawati Kholid Karanganyar, Jawa Tengah. Abdi Teknoyasa.
[11] Ritonga, RS, & Hendrawan, J. (2023). Terapi Bermain untuk Kesehatan Psikologis Anak Usia Dini di Lingkungan Keluarga yang Broken Home. Penerbit Tahta Media
[12] Amanda, D., & Wahyuningsih, T. (2025). Penerapan Pendekatan Play-based learning dalam Mengembangkan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun. Aulad: Journal on Early Childhood, 8(2), 791-799.
[13] Azzahra, N. L., Putri, A. S., Aulianti, D., Maulida, N. R., Hermawan, N. A., Ardiyanti, D., ... & Putri, H. E. (2026). Efektivitas Metode Bermain dalam Mengoptimalkan Perkembangan Sosial Emosional di PAUD. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP), 7(1), 45-52.
[14] Fahmiyanti, E., Dini, M., Nabilla, S. M., Fitriani, K., Julasari, D., Az-Zahra, C., & Siregar, Y. E. Y. (2025). Membangun Kepercayaan Diri Anak Tunarungu: Peran Konseling dalam Pengembangan Sosial Emosional di SLB-B Tunas Harapan. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(1), 6024-6034.
[15] Hikmawati, A. N. (2023). Pembelajaran Pada Siswa Tunarungu Di Sekokah Inklusi SDN Sukowinangun 2 Magetan (Doctoral dissertation, IAIN Ponorogo).
[16] Nurussakinah, T., & Romadona, N. F. (2024). Permainan inklusif: Solusi untuk anak dengan keterlambatan perkembangan emosi. Aulad: Journal on Early Childhood, 7(3), 1029-1038.
[17] Dewi, A. L., Hadianti, A. N., & Destian, I. (2026). Upaya Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini melalui Metode Role Playing. Pijar Pelita: Journal of Early Childhood Education and Early Childhood Islamic Education, 2(1), 233-240.
| Keywords | : |
Kata Kunci:
Motivasi Belajar, Play Therapy, Anak Berkebutuhan Khusus, Anak Tunarungu
|
| Galleys | : | |
| Diterbitkan | : |
2026-07-31
|
| Terbitan | : |
