RELASI MANUSIA DAN TEKNOLOGI SEBAGAI PERSOALAN ETIKA DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Authors

Surajiyo Surajiyo ( Universitas Indraprasta PGRI Jakarta )

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah menjadi faktor kunci dalam mendorong pembangunan global, termasuk dalam upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Namun, pemanfaatan teknologi tidak hanya menghadirkan peluang, melainkan juga memunculkan berbagai persoalan etika yang berkaitan dengan relasi antara manusia dan teknologi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relasi manusia dan teknologi sebagai persoalan etika dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian kepustakaan dan analisis filosofis-normatif terhadap konsep etika, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi tidak bersifat netral nilai, melainkan membawa implikasi moral yang mempengaruhi martabat manusia, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Relasi manusia dan teknologi yang didominasi oleh rasionalitas instrumental berpotensi menggeser manusia dari subjek moral menjadi objek teknologi. Oleh karena itu, diperlukan landasan etika yang menempatkan manusia sebagai pusat (human-centered) dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi. Artikel ini menegaskan bahwa integrasi prinsip-prinsip etika—seperti tanggung jawab, keadilan, dan keberlanjutan—merupakan prasyarat normatif bagi pemanfaatan teknologi yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dan pencapaian SDGs 2030.

 

References

[1] Adian, D. G. (2010). Pengantar filsafat teknologi. Jakarta: Koekoesan.

[2] Bakker, A., & Zubair, A. (1990). Metodologi penelitian filsafat. Yogyakarta: Kanisius.

[3] Bappenas. (2017). Tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/SDGs) Indonesia. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.

[4] Hardiman, F. B. (2003). Melampaui positivisme dan modernitas. Yogyakarta: Kanisius.

[5] Hardiman, F. B. (2009). Kritik ideologi: Menyingkap kepentingan pengetahuan. Yogyakarta: Kanisius.

[6] Hardiman, F. B. (2018). Demokrasi dan sentimentalitas. Yogyakarta: Kanisius.

[7] Kaelan. (2010). Metode penelitian filsafat. Yogyakarta: Paradigma.

[8] Kaelan. (2013). Filsafat Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.

[9] Kaelan. (2014). Filsafat manusia. Yogyakarta: Paradigma.

[10] Keraf, A. S. (2010). Etika lingkungan hidup. Jakarta: Kompas.

[11] Kominfo. (2020). Literasi digital Indonesia. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika.

[12] Latif, Y. (2011). Negara paripurna: Historisitas, rasionalitas, dan aktualitas Pancasila. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

[13] Marcuse, H. (2011). Manusia satu dimensi (Terj.). Yogyakarta: Jalasutra.

[14] Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

[15] Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.


Keywords  :  
Keywords: Etika Teknologi, Manusia dan Teknologi, Pembangunan Berkelanjutan, SDGs, Filsafat Moral
Galleys  :  
Published  :  
2026-07-31
Issue  :