Transformasi digital umkm melalui implementasi qris sebagai sistem pembayaran elektronik
Abstrak
Transformasi digital turut memberikan pengaruh terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), salah satunya dalam sistem pembayaran elektronik menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Dalam konteks perkembangan teknologi digital dan evolusi preferensi konsumen, adopsi QRIS menjadi imperativ strategis untuk optimalisasi efisiensi transaksi, ekspansi akses pasar, dan akselerasi digitalisasi pencatatan keuangan. Pendampingan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman manfaat dan keuntungan pengimplementasian pembayaran digital serta dalam penggunaannya. Peneliti mengindikasikan bahwa beberapa UMKM di Kecamatan Bojong Rawalumbu Kota Bekasi masih bergantung pada sistem pembayaran konvensional (cash-based payment), namun menunjukkan intensi positif untuk bertransformasi menuju metode pembayaran digital. Metode pelaksanaan pendampingan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap beberapa pelaku UMKM. Melalui intervensi pendampingan dan edukasi, pelaku UMKM memperlihatkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesiapan adopsi teknologi pembayaran elektronik, yang berkontribusi terhadap akselerasi inklusi keuangan dan penguatan ekosistem ekonomi digital di level mikro.
Referensi
[1] Afradini, A. R. (2024). Dinamika implementasi qris pada umkm di kota pontianak. 2(1), 88–98.
[2] Alifia, N., Permana, E., & Harnovinsah. (2024). Analisis Penggunaan QRIS Terhadap Peningkatan Pendapatan UMKM. Jurnal Riset Pendidikan Ekonomi, 9(1), 102–115.
[3] Annisa, N. N., Irwanah, L., Rosa, N. I., Al Adawiyah, C. D., Ranggika, R., & Karimah, S. A. (2024). Implementasi QRIS Metode Pembayaran Digital pada Kualitas Peningkatan UMKM di Masyarakat Desa Rancabungur. PRAXIS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 97–104. https://doi.org/10.47776/praxis.v2i1.749
[4] Indonesia, B. (2020). Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
[5] Jayani, D. H. (2021). UMKM Pengguna QRIS Meningkat 316% Selama Pandemi Covid-19. UMKM Pengguna QRIS Meningkat 316% Selama Pandemi Covid-19.
[6] Khairani, N., Saragih, A. Y., Panggabea, W. N., Juan, O., & Manihuruk, G. (2025). Pengaruh QRIS terhadap Efisiensi Operasional UMKM pada Era Transformasi Digital : Study Literatur. 5, 6764–6774.
[7] Muchammad, A. M., Mintarti, A., & Bambang, B. (2025). JIMEA | Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) TANTANGAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MELALUI METODE PEMBAYARAN QRIS BAGI UMKM DAN KONSUMEN. 9(1). https://doi.org/https://journal.stiemb.ac.id/index.php/mea/article/view/5233/2243
[8] Safitri, C., Astuti, S., & S., O. F. (2024). Pelatihan Digital Of Thing (DIBOT) Dalam Mengoptimalkan Kinerja UMKM: Analisis Penerapan Teknologi Digital Untuk Meningkatkan Daya Saing. Jurnal Abdimas Indonesia, 4(1), 76–86. https://doi.org/10.53769/jai.v4i1.610
[9] Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). In Alfabeta (p. 64).
[10] Widjarnako, O. (2019). Satu QR Code Untuk Semua Transaksi. Satu QR Code Untuk Semua Transaksi.
| Keywords | : |
Kata Kunci:
UMKM, Digitalisasi, QRIS, Sistem Pembayarn Elektronik
|
| Galleys | : | |
| Diterbitkan | : |
2026-07-31
|
| Terbitan | : |
